Senin, 05 Desember 2011

Elegi Menggapai Ada

Oleh Dr. Marsigit M. A 

Refleksi Oleh : Satriawan P.Mat(A) 11709251035

Ontologi :
Ada adalah pikiran ku dan pikiran mu. Ketika Ada berada di luar pikiran maka Ada adalah pikiran ku atau pikiran mu. Sekecil apapun indentifikasi Ada maka Ada pasti Ada.

Epistemelogi :
Ada akan diperoleh karena pikiranmu dan pikiranku. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan pikiran.

Aksiologi :
Karena Ada kita Ada. Ada membuat kita merasa ada. Entah itu Ada di dunia atau dibelahan dunia lainnya.

Selengkapnya...

Elegi Menggapai Kenyataan

Oleh Dr. Marsigit M. A 

Refleksi Oleh : Satriawan P.Mat(A) 11709251035

Aspek Ontologi
Kenyataan mencakup apa yang kita lihat, apa yang kita pikirkan dan apa yang kita yakini serta kesadaran dalam ruang dan waktu.

Aspek Epistemologi
Baca… baca… dan bacalah yang kita lihat, kemudian pikirkan dan yakini.

Aspek Aksiologi
Apapun kenyataannya, dengan mata kita melihat, dengan akal kita berfdikir, dengan hati kita menyakini dengan kesadaran akan menjadikan kita selalu bermanfaat. 

Selengkapnya...

Elegi Menggapai Penampakkan

Oleh Dr. Marsigit M. A 

Refleksi Oleh : Satriawan P.Mat(A) 11709251035

Aspek Ontologi
Hakekat adalah pemahaman yang mendalam tentang segala sesuatu pada kehidupan meliputi ruang dan waktu. Jika kita menyatakan bahwa kita pandai, maka ada yang lebih pandai dari kita, jika kita menyatakan kita kaya pastinya ada yang lebih kaya dari kita dan seterusnya. Yang harus kita pahami adalah bahwa kita hanyalah setitik pasir diantara pepasiran di tepi pantai. Ini adalah agar kita tidak sombong. Namun yang harus kita yakini bahwa setiap kita memiliki amanah/tanggungjawab masing-masing sesuai dengan peranyang telah melekat pada diri kita.

Aspek Epistemologi
Kita seharusnya menempatkan kesadaran bahwa kita adalah manusia dengan segala kesempurnaan penciptaan Allah SWT. Dibalik penciptaan Allah ini sesuatu yang bisa kita logika, akan tetapi semua itu harus tetap diseimbangkan dengan hati. Karena ada sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh logika, tetapi mampu diyakini oleh hati.

Aspek Aksiologi
Pemahaman yang benar harus diterus diasah. Tidak ada kata berhenti untuk terus menggali ilmu agar kita tidak tersesat dalam memahami setiap episode kehidupan yang kita alami. Dengan rendah hati dalam melihat sebuah permasalahan maka kita akan mampu menjadi manusia yang bijaksana. 

Selengkapnya...

Elegi Menggapai Dimensi

Oleh Dr. Marsigit M. A 

Refleksi Oleh : Satriawan P.Mat(A) 11709251035

Aspek Ontologi
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujaadilah : 11)
“Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At Tiin : 4)
Diatas langit masih ada langit yang lebih tinggi lagi. Jadi jangan pernah merasa lebih hebat atau pintar, karena di seberan ruang dan juga waktu ada yang lebih dari kita. Dan Zat Yang Paling Sempurna hanya Zat yang Menciptakan kita.

Aspek Epistemelogi
Kesadaran kita sebagai manusia yang telah dimanahkan untuk menjadi khalifah dimuka bumi, maka sudah sepantasnya kita mengoptimalkan segala modal yang telah dikaruniakan oleh Sang Maha Pemberi Modal-Allah SWT- dengan membekali diri dengan ilmu. Ilmu tidaklah hanya memuaskan akal, tetapi juga mengisi hati sebagai penyeimbang. Karena dunia ini hanyalah tempat untuk mempersiapkan kehidupan yang sesungguhnya-kehidupan akhirat. Sehingga keduanya haruslah seimbang.

Aspek Aksiologi
Kita akan memperoleh ketenganan saat memadukan natar hati dan akal. Karena dengan dua itu kita akan menjadi sosok makhluk yang selalu termotivasi ketika melihat ke ‘atas’ dan selalu merasa bersykur saat melihat ke ‘bawah’.

Selengkapnya...

Elegi Menggapai Pengetahuan Obyektif

Oleh Dr. Marsigit M. A 

Refleksi Oleh : Satriawan P.Mat(A) 11709251035

Ontology :
Pengetahuan adalah apa yang telah ada dalam setiap fikiran. Ia merupakan kolaborasi dari subyek dan obyek. Setiap subyek memiliki pandangan yang berbeda antara satu dengan yang lain namun obyeknya sama. Perbedaan setiap subyek bukanlah menjadi perpecahan, namun harusnya menjadi keanekaragaman ilmu dari berbagai sudut pandang subyek. Sehingga menyikapi atau menyelesaikan permasalahan obyek dapat memilih cara-cara sesuai dengan kemampuan. Karena setiap ada memang ditakdirkan ada, maka akan selalu ada, ada-ada yang pengada mengada.

Epistemelogi :
Dalam melihat setiap obyek yang ada, subyek akan selalu berkembang menilai dan menyelesaikannya. Akan selalu menyempurnakan setiap yang ada. Namun ada yang Maha sempurna, yang telah menciptakan subyek yang selalu mencari kesempurnaan.

Aksiologi :
Akan menjadi bijak dalam melihat setiap yang ada. Tidak mudah menyalahkan karena kepahaman akan keberagaman subyek dalam melihat obyek. 

Selengkapnya...

Elegi Menggapai Kategori 

Oleh Dr. Marsigit M. A 

Refleksi Oleh : Satriawan P.Mat(A) 11709251035

Ontologi :
Menurut Immanuel Kant : kategori itu meliputi empat hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Masing-masing kategori memuat tiga aspek. Jadi di dalam pikiran itu terdapat duabelas kategori.

Epistemologi :
menurut Immanuel Kant, Manusia sudah mendapatkan ke 12 kategori tersebut sejak lahir, manusia menggunakan ke 12 kategori Untuk membangun dan mengembangkan pengetahuan, untuk membuktikan fenomena-fenomena dan menjadikannya sebagai pengetahuan.

Aksiologi :
Dengan memahami dan menyadari bahwa setiap manusia memiliki ke 12 kategori tersebut, manusia seharusnya dapat meemanfaatkan ke 12 kategori tersebut untuk mengolah pikirannya dan menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat, tidak terjebak pada kenikmatan sesaat yang akan menghantarkannya kepada jurang kenistaan 

Selengkapnya...

 Elegi Menggapai Reduksi 
Oleh Dr. Marsigit M. A

Refleksi Oleh : Satriawan P.Mat(A) 11709251035

Reduksi adalah pemfokusan atas sesuatu pembahasan. Reduksi bukanlah bermaksud meniadakan, akan tetapi membahas apa yang telah ada dengan bahasan yang spesifik. Ada banyak hal yang terkandung dan dapat dilakukan pembahasan, namun untuk mendapatkan penilaian dan penyelesaian yang baik harus dilakukan secara bertahap. Maksudnya tidak semua dapat dikerjakan dalam satu ruang dan waktu. Namun, dalam perbedaan ruang dan waktu akan kita dapatkan point-point yang lebih focus. Selengkapnya...